Selasa, 30 Juli 2013

RUMAHKU ISTANAKU

Desa Karang Mas, Kec. Batangkawa, Kab. Lamandau, Propinsi Kalimantan Tengah. Adalah sebuah Tempat dimana aku dilahirkan, dan dibesarkan dari keluarga yang sangat sederhana, jauh dari keramaian serta dunia moderen. Kehidupan di pedalaman yang sangat sederhana dan bergantungan terhadap alam sekitarnya membuat saya seakan bangga sebagai putra daerah, serta tanggung jawab besar bagi saya untuk menjaga serta melestarikan alamnya.


Hamparan hutan yang luas, disertai berbagai macam mahluk hidup penghuni didalamnya, adalah sebuah karunia yang begitu besar yang telah Alloh ciptakan untuk kita “manusia” sebagai kholifah dimuka bumi ini, untuk selalu bersukur atas besarnya karunia tuhan, dan ditugaskan untuk menjaga serta melestarikanya.


Namun kenyataan itu hanya fiktif belaka, bahkan kebanyakan dari mareka tidak memperdulikan alamnya, mareka hanya mau memamfaatkan hasinya aja, mengambil hasil alam baik dari luar maupun dalamnya.Banyak tambang-tambang ilegal yang mengeruk hasil bumi, baik dari luar maupun dari dalam negri. Hutan yang dulunya melimpah ruah kini tingal sepenggal belaka.




 

Sungguh sangat ironis, hanya mau mengambil hasil bumi tetapi tidak mau bertanggung jawab terhadap perbuatanya. Bahkan sangat disayangkan dari pihak pemerintahpun tidak ada rasa kepedulinya terhadap alam, mareka hanya memantau dari jauh tetapi tidak langsung terjun kelapangan, bahkan sebagian besar dari mareka justru malah menjualnya untuk kepentingan mareka pribadi. Belum lagi Kebiasaan warga kampung yang sering membuka lahan baru untuk dijadikan ladang dengan system berpindah-pindah justru menimbulkan potensi besar akan terjadinya penggundulan hutan, maka jangan heran jika terjadi banjir, tanah longsor dan sebagainya. Sampai saat ini belun ada tindak lanjut dari warga sekitar dan pemerintah.


Saya sebagai pencinta alam, melihat kondisi hutan yang semakin hari semakin rusak baik dari biotik dan abiotiknya, membuat saya sangat terpukul, sampai kapan semua ini berakhir, apakah kita harus seperti ini terus, coba kita pikirkan kedepanya, anak cucu kita, mareka nanti menjadi sasaran dari hasil perbuatan kita, tanpa kita sadari kita telah merusah ciptaan tuhan yang begitu mulia ini, cobalah dari sekarang kita mulai memperbaiki diri kita, menyadari bahwa alam yang telah diberikan bukan hanya kita mampaatkan tanpa tidak melestarikanya, sekarang sudah banyak keluhan dari warga, apakah mareka tidak sadar bahwa yang mareka rasakan adalah hasil dari perbuatan mareka sendiri yang tidak mau memperbaiki atas kerusakan yang mareka perbuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar