Desa Karang Mas, Kec. Batangkawa,
Kab. Lamandau, Propinsi Kalimantan Tengah. Adalah sebuah Tempat dimana aku
dilahirkan, dan dibesarkan dari keluarga yang sangat sederhana, jauh dari
keramaian serta dunia moderen. Kehidupan di pedalaman yang sangat sederhana dan
bergantungan terhadap alam sekitarnya membuat saya seakan bangga sebagai putra
daerah, serta tanggung jawab besar bagi saya untuk menjaga serta melestarikan
alamnya.

Hamparan hutan yang luas,
disertai berbagai macam mahluk hidup penghuni didalamnya, adalah sebuah karunia
yang begitu besar yang telah Alloh ciptakan untuk kita “manusia” sebagai
kholifah dimuka bumi ini, untuk selalu bersukur atas besarnya karunia tuhan,
dan ditugaskan untuk menjaga serta melestarikanya.

Namun kenyataan itu hanya fiktif
belaka, bahkan kebanyakan dari mareka tidak memperdulikan alamnya, mareka hanya
mau memamfaatkan hasinya aja, mengambil hasil alam baik dari luar maupun
dalamnya.Banyak tambang-tambang ilegal yang mengeruk hasil bumi, baik dari luar
maupun dari dalam negri. Hutan yang dulunya melimpah ruah kini tingal sepenggal
belaka.



Sungguh sangat ironis, hanya mau
mengambil hasil bumi tetapi tidak mau bertanggung jawab terhadap perbuatanya. Bahkan
sangat disayangkan dari pihak pemerintahpun tidak ada rasa kepedulinya terhadap
alam, mareka hanya memantau dari jauh tetapi tidak langsung terjun kelapangan,
bahkan sebagian besar dari mareka justru malah menjualnya untuk kepentingan
mareka pribadi. Belum lagi Kebiasaan warga kampung yang sering membuka lahan
baru untuk dijadikan ladang dengan system berpindah-pindah justru menimbulkan
potensi besar akan terjadinya penggundulan hutan, maka jangan heran jika terjadi
banjir, tanah longsor dan sebagainya. Sampai saat ini belun ada tindak lanjut
dari warga sekitar dan pemerintah.

Saya sebagai pencinta alam,
melihat kondisi hutan yang semakin hari semakin rusak baik dari biotik dan
abiotiknya, membuat saya sangat terpukul, sampai kapan semua ini berakhir,
apakah kita harus seperti ini terus, coba kita pikirkan kedepanya, anak cucu
kita, mareka nanti menjadi sasaran dari hasil perbuatan kita, tanpa kita sadari
kita telah merusah ciptaan tuhan yang begitu mulia ini, cobalah dari sekarang
kita mulai memperbaiki diri kita, menyadari bahwa alam yang telah diberikan
bukan hanya kita mampaatkan tanpa tidak melestarikanya, sekarang sudah banyak
keluhan dari warga, apakah mareka tidak sadar bahwa yang mareka rasakan adalah
hasil dari perbuatan mareka sendiri yang tidak mau memperbaiki atas kerusakan
yang mareka perbuat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar