Jangan Tanyakan, Apa Yang Telah Alam Ini Berikan Kepada Kita..??? Tapi Tanyakanlah, Apa Yang Akan Kita Berikan Kepada Alam ini.
Senin, 21 Oktober 2013
Alam Raya Banyak Ilmunya
Banyak belajar sejarah, dari alam bebas sangat mengasikan, bukan hanya sekedar pengalaman yang kita dapat, tetapi juga keterampilan dalam berkegiatan.
Namun perlu disadari, setiap usaha atau yang kita lakukan, pasti mempunyai resiko yang sangat tinggi, maka dari itu sangat dibutuhkan sebuah pengalaman dan keterampilan, untuk menimalisir terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.
Rabu, 16 Oktober 2013
Do'a ku Untukmu
Dinda....
apapun yg trjadi..
kau tetap yg terindah d hatiku..
dan takkan pernah terganti sampai maut menjemputku..
aku berharap kita bisa bersama meski saat ini kita terpisah jauh,,,,,,
do'aku akan mengiringi stiap langkah mu..
Dinda...
aku tak ingin kau pergi walau hanya sedetik..
rasa sayang ini terlalu dalam untukmu..
hingga aku tidak dapat memalingkan diriku darimu.....
kumohon jangan pernah lupakan aku...
karna aku sangat mencintaimu...
Dinda...
apapun yang ada pada dirimu bagiku selalu indah...
entah racun apa yg engkau tanamkan dalam diriku..
sehingga ak tak bisa lepas darimu...
hati ini luluh dan tak berdaya..
Y"alloh.. jika memang dia adalah jodohku..
maka pertemukanlah kami... dalam sebuah keluarga, yang engkau ridhoi...
namun jika tidak, maka pertemukanlah kami di surga nanti, sebagai sahabat..
Dinda....
aku menyadari diri ini tak ada apa2nya dibanding dirimu...
meski bkan permata dan berlian...
melainkan hanya ketulusan hati untuk menyayangimu..
aku tak akan pernah berhenti menyayangimu...
hingga sampai napas ini berhenti...
dan bila waktunya aku menghadap ilahi..
akan ku doakan untuk dipertemukan kita di surga nanti...
apapun yg trjadi..
kau tetap yg terindah d hatiku..
dan takkan pernah terganti sampai maut menjemputku..
aku berharap kita bisa bersama meski saat ini kita terpisah jauh,,,,,,
do'aku akan mengiringi stiap langkah mu..
Dinda...
aku tak ingin kau pergi walau hanya sedetik..
rasa sayang ini terlalu dalam untukmu..
hingga aku tidak dapat memalingkan diriku darimu.....
kumohon jangan pernah lupakan aku...
karna aku sangat mencintaimu...
Dinda...
apapun yang ada pada dirimu bagiku selalu indah...
entah racun apa yg engkau tanamkan dalam diriku..
sehingga ak tak bisa lepas darimu...
hati ini luluh dan tak berdaya..
Y"alloh.. jika memang dia adalah jodohku..
maka pertemukanlah kami... dalam sebuah keluarga, yang engkau ridhoi...
namun jika tidak, maka pertemukanlah kami di surga nanti, sebagai sahabat..
Dinda....
aku menyadari diri ini tak ada apa2nya dibanding dirimu...
meski bkan permata dan berlian...
melainkan hanya ketulusan hati untuk menyayangimu..
aku tak akan pernah berhenti menyayangimu...
hingga sampai napas ini berhenti...
dan bila waktunya aku menghadap ilahi..
akan ku doakan untuk dipertemukan kita di surga nanti...
Sabtu, 12 Oktober 2013
ALAT DASAR PANJAT TEBING
1. Tali
Untuk panjat tebing
diperlukan tali yang kuat, kokok, ringan, punya daya lentur yang tinggi, cepat
kering bila basah dan mudah dibawa. Dalam hal ini tali kernmantel dynamic lebih
digunakan karena memenuhi ketentuan tersebut.
Perhitungan kekuatan tali
kernmantel.
UIAA
(Union Internationale Des Associations d’Alpinisme)
2.
Helm
Berpungsi
untuk melindungi kepala dari benda yang jatuh dari atas terutama batu dan
benturan kepala dengan tebing ketika jatuh.
3.
Harnest
Ada 2 jenis harnest :
a.
Seat
Harnest, menahan beban badan pemanjat yang jatuh agar tidak mematahkan
pinggulnya.
b.
Full
Body Harnest, menahan beban badan pemanjat pada bagian pinggul, paha, dada dan
punggung pemanjat.
4.
Sepatu
panjat.
Ada 2 jenis sepatu panjat :
a.
Sepatu
yang lentur dan fleksibel, dalam hal ini menggunakan sol yang halus.
b.
Sepatu
yang solnya kaku.
Perbedaan dari ke dua sol tersebut
adalah :
a.
Sol
halus
-
Setiap
pijakan dapat dirasakan oleh pemanjat karena solnya tipis.
-
Untuk
medan kering
-
Menguntungkan
pada rekahan kecil, permukaan tebing yang miring (overhang), pijakan membulat
(slab).
-
Ringan.
b.
Sol
kaku
-
Lebih
aman untuk jamming pada rekahan lebar dan tajam
-
Tidak
mudah lelah dan menguntungkan untuk berdiri pada pijakan kecil dan tajam
-
Untuk
medan basah dan kering
-
Berat
5.
Carrabiner
Bentuk carrabiner atau snap-link cukup
beragam, mempunyai poros panjang (utama), poros pendek dan gate (pintu).
Kekuatan carrabiner bervariasi tergantung pada : bahan, bentuk, penampang
lintang dan pintunya. Kelemahan carrabiner terletak pada pintunya terutama pin
engsel dan ping pengunci.
Ada 2 jenis carrabiner yaitu :
a.
Carrabiner
Screw Gate (menggunakan kunci pengaman
).
b.
Carrabiner
Non Screw ( tanpa kinci pengaman ).
Beban
maksimal yang dapat diterima sebuah
carrabiner biasanya terletak pada badan carrabiner.
Ketentuan
kekuatan carrabiner yang baik dan aman
![]() |
↕
|
↔
|
|
|
Breaking
Load
|
2200
Kg
|
600
Kg
|
1200
Kg
|
|
Safe
Work Load
|
440
Kg
|
120
Kg
|
240
Kg
|
6.
Webbing
Webbing adalah pita yang terbuat dari
bahan nilon yang mempunyai kekuatan sama dengan tali, kendati tidak mempunyai
daya lentur tetapi kegunaan webbing banyak sekali.
7.
Sling
Ada 3 jenis tipe sling :
a.
Sling
Webing
b.
Sling
Prusik
c.
Here
Loop
8.
Phihon
Phithon atau paku tebing merupakan
pasak yang ditanam pada celah batuan. Secara umum pithon terbagi dua tipe yaitu
pithon bilah (blade) dan pithon siku (angle). Dari kedua tipe ini dikembangkan
bermacam-macam pithon sesuai dengan jenis celah yang ada.
9.
Chock
dan Friend
Chock atau pengaman sisip merupakan
alat yang dimasukan dengan jari tangan kedalam celah sehingga terjepit dan
dapat menahan beban dari arah tertentu.
Priend atau pengaman sisip, fungsinya
sama dengan chock namun frien memiliki kelebihan yaitu kemampuan menyesuaikan
ukuran bentuknya dengan berbagai ukuran celah tebing. Kelemehan dari friend
adalah sulit melepaskanya kembali (cleaning) setelah alat ini terkenak beban.
10. Hammer
Palu untuk pemanjat tebing sedikit
berbeda dengan palu biasa. Pada pemanjatan artifisial, karena palu harus cukup
berat agar dalam penancapan pithon bias dilakukan dengan mudah.
Bagian ekor kepala palu yang meruncing
berguna untuk mencungkil pithon keluar dari celah tebing dan dapat pula untuk
memukul pinggiran batu (flake) yang tajam, sehingga aman untuk anchor.
11. Stirrup
Stirrup atau ladder (tangga gantung)
adalah alat untuk pemanjatan artifisial. Ada dua macam tangga gantung yang
biasa di pakai dalam pemanjatan yakni dari webbing dan baja.
12. Skyhook
Skyhook bisa digunakan dalam perintisan
jalur baru. Fungsi alat ini sebagai tangan ketiga dari seorang pemanjat
(leader) dalam pemasangan anchor.
13. Handrill
Handrill atau bor tebing.
14. Bolt
Bolt atau baut tebing merupakan
pengaman tetap yang terpasang di tebing. Merek bolt yang sudah terkenal
pemanjat, Petzel dan Phillips.
15. Hanger
Hanger adalah anchor dari bahan
aluminium alloy yang merupakan pasangan bolt.
16. Ascender dan descender
Ascender merupakan alat mekanik yang
bergerigi (cam) yang berfungsi sebagai penjepit tali sehingga beban tidak dapat
melorot atau turun kembali. Prinsip alat ini dapat bergeser naik, terkunci dan
tidak bisa digeser turun tanpa membuka kuncinya. Ascender sering disebut jumar
(salah satu merek terkenal), merek lain : Petzl, Clog dan Camp.
Descender merupakan sebuah alat untuk
turun dengan tali yang menggunakan system
gesekan (friksi) sebagai pengontrol dan pembantu dalam pengereman. Dari sekian
banyak tipe yang ada, Fifur of eight dan Gri-gri cukup baik dipakai karena
mempunyai fungsi ganda sebagai alat belaying.
Selasa, 08 Oktober 2013
TEKNIK DASAR PANJAT TEBING
Aktifitas panjat tebing dahulu merupakan bagian dari kegiatan mendaki gunung ( ontainneering). Dalam mendaki gunung, tidak ada keberhasilan tampa meraih puncak, namun ketika idealis pendaki pendaki gunung terhalang oleh dinding yang mesti dilewati dengan cara biasa, mulailah orang berfikir “rock climbing in the answer”
Pada tahun 1950, anggapan orang-orang bahwa panjat tebing merupakan bagian dari mendaki gunung, mulai bergeser, karena pemanjat tebing (climber) merupakan kelompok masyarakat baru dari usia menengah sampai anak-anak dan dapat melakukan secara sederhana asalkan ada media yang dapat dipanjat. Dalam kurung waktu satu tahun, tahun 1951 perkembangan dunia panjat tebing demikian pesat. Pemanjat tebing mulai mereka-reka. Para pemanjat inggris sudah dijadikan tolak ukur pemanjat bebas (free), pemanajt Prancis dan Italia lebih dikenal dengan gaya pemanjatan artifisial, sedangkan pemanjat Jerman mempelopori pemanajat cepat (speed). Dan sampai sekarang teknik dalam gaya tersebut masih dipakai dalam pemanjatan tebing.
Ciri khas pemanjat tebing adalah prosedur dan perlengkapan yang digunakan, selain itu juga adanya frinsip dan etikadalam pemanjatan. Seorang pemanjat tebing dituntut keberanian, ketelitian, kemampuan berfikir dan bertindak disaat keritis, kekuatan fisik yang baik, kelenturan tubuh dan penguasaan teknik yang benar. Tanpa asfek tersebut maka pemanjat tebing merupakan arena “ bunuh diri semata”.
Prinsip pemanjatan : Kaki, menopang tubuh sementara tangan bembantu menciptakan keseimbangan, penghematan gerak dan tenaga serta pembagian berat badan pada tumpuan tangan dan kaki untuk menambah ketinggian, dalam arti bila satu tangan atau kaki mencaritumpuan, tangan dan kaki lainya harus menyangga tubuh secara bersama-sama (three poin). Usahakan jarak cukup antara badan dan tebing, kadang-kadang kita perlu merapatkan badan dibeberapa bagian tebing. Kerugian bila muka terlalu dekat dengan tebing, penglihatan mata menjadi terbatas. Padahal, mata sangat diperlukan untuk mencari pegangan atau menentukan lintasan.
![]() |
# Jenis-Jenis Gerakan Pada Batuan
Pemanjatan
dilakukan dengan memanfaatkan cacat batuan tebing. Cacat batuan dapat berupa
permukaan tebing yang kasar, celah atau rekahan (crack) besar dan kecil sebagai
pegangan atau tumpuan dan tonjolan-tonjolan. Secara garis besar tonjolan dapat
berbentuk tonjolan tajam, datar dan melengkung.
Teknik pegangan dan pijakan tergantung pada bentuk dan ukuran cacat batuan. Untuk gerakan pemanjat, tangan dapat memegang, menekan dan menggenggam atau menjepit, baik keatas, kebawah, atau kesamping. Untuk celah atau rekahan, gerakan pemanjat dilakukan dengan cara menjejalkan ( jamming) tangan atau kaki.
Tapi alangkah baiknya bila batuan yang akan digunakan sebagai pegangan atau tumpuan dicoba lebih dahulu untuk mengetahui apakah batuan tersebut cukup kokoh atau rapuh. Gunakan pukulan tangan,tendangan atau palu tebing untuk memastikanya, dari suara akan diketahui kekuatan batu tersebur.
# Macam-macam Gerakan Dalam Memanjat
Seperti halnya jenis-jenis peganga, gerakan dalam pemanjatan disesuaikan dengan bentuk batuan.
1. Lay
Backing
Teknik
ini digunakan pada saat celah vertical yang membentuk sudut, baik besar maupun
kecil. Dasar gerakanya adalah pengunaan tenaga berlawanan arah (counter force),
yaitu dengan mendorong dinding didepan dengan kaki seraya menahan beban badan
dengan tarikan tangan pada celah.

2. Chimneying
Teknik
pemanjatan pada tebing batu berbentuk celah vertical mirip dengan cerobong
asap. Caranya tubuh pemanjat diselipkan kedalam celah, lalu dengan tekanan atau
dorongan kebagian dinding depan dan tubuh bersandar dan menempel dinding
belakang seolah menyumbat cerobong tersebut.Besar
dan kecilnya “cerobong” atau celah tebing memciptakan beberapa variasi gerakan
dalam chimneying:
a. Wriggling adalah gerakan memenjat dengan teknik chimneying yang dilakukan pada celah yang hanya bias disusupu tubuh sebisanya .
b. Backing Up adalah gerakan memanjat dengan teknik chimneying yang dilakukan pada celah tebing yang cukup luas hingga badan dapat bergerak bebas serta tanga dan kaki dapat secara penuh menekan atau mendorong dinding tebing.
c. Bridging adalah gerakan memenjat dalam teknik chmneying yang dilakukan pada celah yang lebar, posisi tubuh pemanjat menghadap keluar atau kedalam celah. Sebagian besar tubuh disanggah oleh kedua kaki dengan posisi melebar sementara tangan membantu gerakan naik.
3. Mantleshelfing
Ciri dari gerakan ini adalah penggunaan tangan untuk menekan pinggiran tebing atau pegangan yang luas agar badan dapat terangkat keatas. Hal ini dilakukan karena kaki tidak memperoleh tumpuan atau pijakan.
4. A
cheval
Gerakan
memanjat yang dilakukan pada gigir atau pegunungsn tebing yang tipis dan tajam,
gerakan ini persis sebagai orang yang sedang menunggangi kuda.
# Macam-macam gerakan kaki
1. Friksi
Gerakan
kaki pada bidang miskin pijakan dan berguna untuk menambah ketinggian dan
keseimbangan tubuh yang baik.
2. Edging
Gerakan
kaki dengan memamfaatkan ujung sepatu untuk mendapatkan pijakan serta
menambahkan jangkauan.
3. Smearing
Gerakan
kaki dengan memamfaatkan sisi sepatu sebelah luar atau dalam guna memperoleh
tambahan jangkauan dan keseimbangan.
4. Hooking
Memamfaatkan
tumit sepatu untuk mengangkat tubuh dan biasanya digunakan saat akan keluar
roof (tebing atap).
Langganan:
Postingan (Atom)






.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)