Senin, 21 Oktober 2013

Alam Raya Banyak Ilmunya


Banyak belajar sejarah, dari alam bebas sangat mengasikan, bukan hanya sekedar pengalaman yang kita dapat, tetapi juga keterampilan dalam berkegiatan.
 

Namun perlu disadari, setiap usaha atau yang kita lakukan, pasti mempunyai resiko yang sangat tinggi, maka dari itu sangat dibutuhkan sebuah pengalaman dan keterampilan, untuk menimalisir terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.

Maka dari itu, dibentuknya sebuah organisasi kepecintaalaman yang disebut "MAPALA" (mahasiswa pencinta alam). Dengan bemodalkan pengalaman yang telah ditanamkan dalam sebuah organisasi, maka semua itu bisa diatasi.

Tak cukup itu saya, sebuah kearipan lokal juga harus kita hormati, seperti kata pepatah "dimana bumi dipijak disitulah langit dijunjung".

Sahabat atau teman dalam sebuah TIM sangat dibutuhkan, karna hidup tidak akan pernah ada warna, dan kerjasama TIM, serana dan praserana yang sipatnya mendukung dalam sebuah kegiatan.

Dan masih banyak lagi, hehehe... Rahasia...


Sebenarnya hidup ini indah,jika kita dapat memahami arti sebuah keindahan. Hidup ini bermakna, jika kita dapat memaknai hidup dengan hal-hal yang indah. Tetapi, hidup ini penuh liku untuk sebuah pencapaian menuju hidup yang indah dan bermakna. Karena itulah, kita membutuhkan kawan untuk menikmati lika-liku  kehidupan bersama untuk menuju jalan yang lurus dan indah.


 

Rabu, 16 Oktober 2013

Do'a ku Untukmu

Dinda....
apapun yg trjadi..
kau tetap yg terindah d hatiku..
dan takkan pernah terganti sampai maut menjemputku..
aku berharap kita bisa bersama meski saat ini kita terpisah jauh,,,,,,

do'aku akan mengiringi stiap langkah mu..

Dinda...

aku tak ingin kau pergi walau hanya sedetik..
rasa sayang ini terlalu dalam untukmu..
hingga aku tidak dapat memalingkan diriku darimu.....

kumohon jangan pernah lupakan aku...
karna aku sangat mencintaimu...
Dinda...

apapun yang ada pada dirimu bagiku selalu indah...
entah racun apa yg engkau tanamkan dalam diriku..
sehingga ak tak bisa lepas darimu...

hati ini luluh dan tak berdaya.. 


Y"alloh.. jika memang dia adalah jodohku..
maka pertemukanlah kami... dalam sebuah keluarga, yang engkau ridhoi...


namun jika tidak, maka pertemukanlah kami di surga nanti, sebagai sahabat..

Dinda....

aku menyadari diri ini tak ada apa2nya dibanding dirimu...

meski bkan permata dan berlian...
melainkan hanya ketulusan hati untuk menyayangimu..




aku tak akan pernah berhenti menyayangimu...

hingga sampai napas ini berhenti...
dan bila waktunya aku menghadap ilahi..
akan ku doakan untuk dipertemukan kita di surga nanti...


Sabtu, 12 Oktober 2013

ALAT DASAR PANJAT TEBING



1.      Tali
Untuk panjat tebing diperlukan tali yang kuat, kokok, ringan, punya daya lentur yang tinggi, cepat kering bila basah dan mudah dibawa. Dalam hal ini tali kernmantel dynamic lebih digunakan karena memenuhi ketentuan tersebut.
Perhitungan kekuatan tali kernmantel.
 mm x 22 Kg
UIAA (Union Internationale Des Associations d’Alpinisme)

2.      Helm
Berpungsi untuk melindungi kepala dari benda yang jatuh dari atas terutama batu dan benturan kepala dengan tebing ketika jatuh.
3.      Harnest
      Ada 2 jenis harnest :
a.       Seat Harnest, menahan beban badan pemanjat yang jatuh agar tidak mematahkan pinggulnya.
b.      Full Body Harnest, menahan beban badan pemanjat pada bagian pinggul, paha, dada dan punggung pemanjat.
4.      Sepatu panjat.
      Ada 2 jenis sepatu panjat :
a.       Sepatu yang lentur dan fleksibel, dalam hal ini menggunakan sol yang halus.
b.      Sepatu yang solnya kaku.
Perbedaan dari ke dua sol tersebut adalah :
a.       Sol halus
-          Setiap pijakan dapat dirasakan oleh pemanjat karena solnya tipis.
-          Untuk medan kering
-          Menguntungkan pada rekahan kecil, permukaan tebing yang miring (overhang), pijakan membulat (slab).
-          Ringan.
b.      Sol kaku
-          Lebih aman untuk jamming pada rekahan lebar dan tajam
-          Tidak mudah lelah dan menguntungkan untuk berdiri pada pijakan kecil dan tajam
-          Untuk medan basah dan kering
-          Berat
5.      Carrabiner
Bentuk carrabiner atau snap-link cukup beragam, mempunyai poros panjang (utama), poros pendek dan gate (pintu). Kekuatan carrabiner bervariasi tergantung pada : bahan, bentuk, penampang lintang dan pintunya. Kelemahan carrabiner terletak pada pintunya terutama pin engsel dan ping pengunci.
      Ada 2 jenis carrabiner yaitu :
a.       Carrabiner Screw  Gate (menggunakan kunci pengaman ).
b.      Carrabiner Non Screw ( tanpa kinci pengaman ).
Beban maksimal yang dapat  diterima sebuah carrabiner biasanya terletak pada badan carrabiner.
Ketentuan kekuatan carrabiner yang baik dan aman

Breaking Load
2200 Kg
600 Kg
1200 Kg
Safe Work Load
440 Kg
120 Kg
240 Kg




6.      Webbing
Webbing adalah pita yang terbuat dari bahan nilon yang mempunyai kekuatan sama dengan tali, kendati tidak mempunyai daya lentur tetapi kegunaan webbing banyak sekali.
7.      Sling
      Ada 3 jenis tipe sling :
a.       Sling Webing
b.      Sling Prusik
c.       Here Loop

8.      Phihon
Phithon atau paku tebing merupakan pasak yang ditanam pada celah batuan. Secara umum pithon terbagi dua tipe yaitu pithon bilah (blade) dan pithon siku (angle). Dari kedua tipe ini dikembangkan bermacam-macam pithon sesuai dengan jenis celah yang ada.

9.      Chock dan Friend
Chock atau pengaman sisip merupakan alat yang dimasukan dengan jari tangan kedalam celah sehingga terjepit dan dapat menahan beban dari arah tertentu.

Priend atau pengaman sisip, fungsinya sama dengan chock namun frien memiliki kelebihan yaitu kemampuan menyesuaikan ukuran bentuknya dengan berbagai ukuran celah tebing. Kelemehan dari friend adalah sulit melepaskanya kembali (cleaning) setelah alat ini terkenak beban.

10.  Hammer
Palu untuk pemanjat tebing sedikit berbeda dengan palu biasa. Pada pemanjatan artifisial, karena palu harus cukup berat agar dalam penancapan pithon bias dilakukan dengan mudah.

Bagian ekor kepala palu yang meruncing berguna untuk mencungkil pithon keluar dari celah tebing dan dapat pula untuk memukul pinggiran batu (flake) yang tajam, sehingga aman untuk anchor.

11.  Stirrup
Stirrup atau ladder (tangga gantung) adalah alat untuk pemanjatan artifisial. Ada dua macam tangga gantung yang biasa di pakai dalam pemanjatan yakni dari webbing dan baja.
12.  Skyhook
Skyhook bisa digunakan dalam perintisan jalur baru. Fungsi alat ini sebagai tangan ketiga dari seorang pemanjat (leader) dalam pemasangan anchor.
13.  Handrill
      Handrill atau bor tebing.

14.  Bolt
Bolt atau baut tebing merupakan pengaman tetap yang terpasang di tebing. Merek bolt yang sudah terkenal pemanjat, Petzel dan Phillips.
15.  Hanger
            Hanger adalah anchor dari bahan aluminium alloy yang merupakan pasangan bolt.

16.  Ascender dan descender
Ascender merupakan alat mekanik yang bergerigi (cam) yang berfungsi sebagai penjepit tali sehingga beban tidak dapat melorot atau turun kembali. Prinsip alat ini dapat bergeser naik, terkunci dan tidak bisa digeser turun tanpa membuka kuncinya. Ascender sering disebut jumar (salah satu merek terkenal), merek lain : Petzl, Clog dan Camp.
Descender merupakan sebuah alat untuk turun dengan tali yang menggunakan  system gesekan (friksi) sebagai pengontrol dan pembantu dalam pengereman. Dari sekian banyak tipe yang ada, Fifur of eight dan Gri-gri cukup baik dipakai karena mempunyai fungsi ganda sebagai alat belaying.








Selasa, 08 Oktober 2013

TEKNIK DASAR PANJAT TEBING

Aktifitas panjat tebing dahulu merupakan bagian dari kegiatan mendaki gunung ( ontainneering). Dalam mendaki gunung, tidak ada keberhasilan tampa meraih puncak, namun ketika idealis pendaki pendaki gunung terhalang oleh dinding yang mesti dilewati dengan cara biasa, mulailah orang berfikir “rock climbing in the answer”

Pada tahun 1950, anggapan orang-orang bahwa panjat tebing merupakan bagian dari mendaki gunung, mulai bergeser, karena pemanjat tebing (climber) merupakan kelompok masyarakat baru dari usia menengah sampai anak-anak dan dapat melakukan secara sederhana  asalkan ada media yang dapat dipanjat. Dalam kurung waktu satu tahun, tahun 1951 perkembangan dunia panjat tebing demikian pesat. Pemanjat tebing mulai mereka-reka. Para pemanjat inggris sudah dijadikan tolak ukur pemanjat bebas (free), pemanajt Prancis dan Italia lebih dikenal dengan gaya pemanjatan artifisial, sedangkan pemanjat Jerman mempelopori pemanajat cepat (speed). Dan sampai sekarang teknik dalam gaya tersebut masih dipakai dalam pemanjatan tebing.

Ciri khas pemanjat tebing adalah prosedur dan perlengkapan yang digunakan, selain itu juga adanya frinsip dan etikadalam pemanjatan. Seorang pemanjat tebing dituntut keberanian, ketelitian, kemampuan berfikir dan bertindak disaat keritis, kekuatan fisik yang baik, kelenturan tubuh dan penguasaan teknik yang benar. Tanpa asfek tersebut maka pemanjat tebing merupakan arena “ bunuh diri semata”.

Prinsip pemanjatan : Kaki, menopang tubuh sementara tangan bembantu menciptakan keseimbangan, penghematan gerak dan tenaga serta pembagian berat badan pada tumpuan tangan dan kaki untuk menambah ketinggian, dalam arti bila satu tangan atau kaki mencaritumpuan, tangan dan kaki lainya harus menyangga tubuh secara bersama-sama (three poin). Usahakan jarak cukup antara badan dan tebing, kadang-kadang kita perlu merapatkan badan dibeberapa bagian tebing. Kerugian bila muka terlalu dekat dengan tebing, penglihatan mata menjadi terbatas. Padahal, mata sangat diperlukan untuk mencari pegangan atau menentukan lintasan.













      







# Jenis-Jenis Gerakan Pada Batuan

Pemanjatan dilakukan dengan memanfaatkan cacat batuan tebing. Cacat batuan dapat berupa permukaan tebing yang kasar, celah atau rekahan (crack) besar dan kecil sebagai pegangan atau tumpuan dan tonjolan-tonjolan. Secara garis besar tonjolan dapat berbentuk tonjolan tajam, datar dan melengkung.












Teknik pegangan dan pijakan tergantung pada bentuk dan ukuran cacat batuan. Untuk gerakan pemanjat, tangan dapat memegang, menekan dan menggenggam atau menjepit, baik keatas, kebawah, atau kesamping. Untuk celah atau rekahan, gerakan pemanjat dilakukan dengan cara menjejalkan ( jamming) tangan atau kaki.

















Tapi alangkah baiknya bila batuan yang akan digunakan sebagai pegangan atau tumpuan dicoba lebih dahulu untuk mengetahui apakah batuan tersebut cukup kokoh atau rapuh. Gunakan pukulan tangan,tendangan atau palu tebing untuk memastikanya, dari suara akan diketahui kekuatan batu tersebur.









# Macam-macam Gerakan Dalam Memanjat

Seperti halnya jenis-jenis peganga, gerakan dalam pemanjatan disesuaikan dengan bentuk batuan.

1.      Lay Backing
      Teknik ini digunakan pada saat celah vertical yang membentuk sudut, baik besar maupun kecil. Dasar gerakanya adalah pengunaan tenaga berlawanan arah (counter force), yaitu dengan mendorong dinding didepan dengan kaki seraya menahan beban badan dengan tarikan tangan pada celah.


           2.      Chimneying
         Teknik pemanjatan pada tebing batu berbentuk celah vertical mirip dengan cerobong asap. Caranya tubuh pemanjat diselipkan kedalam celah, lalu dengan tekanan atau dorongan kebagian dinding depan dan tubuh bersandar dan menempel dinding belakang seolah menyumbat cerobong tersebut.Besar dan kecilnya “cerobong” atau celah tebing memciptakan beberapa variasi gerakan dalam chimneying: 

a.         Wriggling adalah gerakan memenjat dengan teknik chimneying yang dilakukan pada                        celah yang hanya bias disusupu tubuh sebisanya .

b.          Backing Up adalah gerakan memanjat dengan teknik chimneying yang dilakukan pada                    celah tebing yang cukup luas hingga badan dapat bergerak bebas serta tanga dan kaki                    dapat secara penuh menekan atau mendorong dinding tebing. 

c.           Bridging adalah gerakan memenjat dalam teknik chmneying yang dilakukan pada celah                  yang lebar, posisi tubuh pemanjat menghadap keluar atau kedalam celah. Sebagian                          besar tubuh disanggah oleh kedua kaki dengan posisi melebar sementara                                          tangan membantu gerakan naik.



              


3.      Mantleshelfing

Ciri dari gerakan ini adalah penggunaan tangan untuk menekan pinggiran tebing atau pegangan yang luas agar badan dapat terangkat keatas. Hal ini dilakukan karena kaki tidak memperoleh tumpuan atau pijakan. 

4.      A cheval
        Gerakan memanjat yang dilakukan pada gigir atau pegunungsn tebing yang tipis dan tajam, gerakan ini persis sebagai orang yang sedang menunggangi kuda.

# Macam-macam gerakan kaki

1.      Friksi
Gerakan kaki pada bidang miskin pijakan dan berguna untuk menambah ketinggian dan keseimbangan tubuh yang baik.

2.      Edging
Gerakan kaki dengan memamfaatkan ujung sepatu untuk mendapatkan pijakan serta menambahkan jangkauan.

3.      Smearing
Gerakan kaki dengan memamfaatkan sisi sepatu sebelah luar atau dalam guna memperoleh tambahan jangkauan dan keseimbangan.

4.      Hooking
Memamfaatkan tumit sepatu untuk mengangkat tubuh dan biasanya digunakan saat akan keluar roof (tebing atap).