Selasa, 30 Juli 2013

RUMAHKU ISTANAKU

Desa Karang Mas, Kec. Batangkawa, Kab. Lamandau, Propinsi Kalimantan Tengah. Adalah sebuah Tempat dimana aku dilahirkan, dan dibesarkan dari keluarga yang sangat sederhana, jauh dari keramaian serta dunia moderen. Kehidupan di pedalaman yang sangat sederhana dan bergantungan terhadap alam sekitarnya membuat saya seakan bangga sebagai putra daerah, serta tanggung jawab besar bagi saya untuk menjaga serta melestarikan alamnya.


Hamparan hutan yang luas, disertai berbagai macam mahluk hidup penghuni didalamnya, adalah sebuah karunia yang begitu besar yang telah Alloh ciptakan untuk kita “manusia” sebagai kholifah dimuka bumi ini, untuk selalu bersukur atas besarnya karunia tuhan, dan ditugaskan untuk menjaga serta melestarikanya.


Namun kenyataan itu hanya fiktif belaka, bahkan kebanyakan dari mareka tidak memperdulikan alamnya, mareka hanya mau memamfaatkan hasinya aja, mengambil hasil alam baik dari luar maupun dalamnya.Banyak tambang-tambang ilegal yang mengeruk hasil bumi, baik dari luar maupun dari dalam negri. Hutan yang dulunya melimpah ruah kini tingal sepenggal belaka.




 

Sungguh sangat ironis, hanya mau mengambil hasil bumi tetapi tidak mau bertanggung jawab terhadap perbuatanya. Bahkan sangat disayangkan dari pihak pemerintahpun tidak ada rasa kepedulinya terhadap alam, mareka hanya memantau dari jauh tetapi tidak langsung terjun kelapangan, bahkan sebagian besar dari mareka justru malah menjualnya untuk kepentingan mareka pribadi. Belum lagi Kebiasaan warga kampung yang sering membuka lahan baru untuk dijadikan ladang dengan system berpindah-pindah justru menimbulkan potensi besar akan terjadinya penggundulan hutan, maka jangan heran jika terjadi banjir, tanah longsor dan sebagainya. Sampai saat ini belun ada tindak lanjut dari warga sekitar dan pemerintah.


Saya sebagai pencinta alam, melihat kondisi hutan yang semakin hari semakin rusak baik dari biotik dan abiotiknya, membuat saya sangat terpukul, sampai kapan semua ini berakhir, apakah kita harus seperti ini terus, coba kita pikirkan kedepanya, anak cucu kita, mareka nanti menjadi sasaran dari hasil perbuatan kita, tanpa kita sadari kita telah merusah ciptaan tuhan yang begitu mulia ini, cobalah dari sekarang kita mulai memperbaiki diri kita, menyadari bahwa alam yang telah diberikan bukan hanya kita mampaatkan tanpa tidak melestarikanya, sekarang sudah banyak keluhan dari warga, apakah mareka tidak sadar bahwa yang mareka rasakan adalah hasil dari perbuatan mareka sendiri yang tidak mau memperbaiki atas kerusakan yang mareka perbuat.

Kamis, 25 Juli 2013

SEKILAS TENTANGMU

Tepatnya pada tangal, 6 juni 2012 tahun yang lalu, adalah hari yang begitu “cantik”. Hari itu juga merupakan hari yang paling menegangkan, bisa dibilang sebuah “memori”, dimana semua rasa tercampur menjadi satu yang begitu semeraut. Malam itu, malam yang paling bahagia dalam hidupku, dimana aku mencoba untuk memberanikan diri mengungkapkan sebuah perasan yang lama terpendam. Padahal  semua rencana telah aku persiapkan dengan matang, tapi tetap aja, aku merasa gemetar untuk mengungkapkan. Namun perlahan-lahan satu demi satu kalimat telah terucap, sempat berhenti sejenak untuk menenti jawaban, akupun lansung terpikirkan apapun yang terjadi aku harus mengatakanya, diterima atau tidaknya belakangan aja. Yang terpenting aku telah mengungkapkanya. Tak lama kemudian dia mulai menatapku den tersenyum, akukun tersipu malu dibuatnya. Dan Alhamdulilah akhirnya aku memdapatkan jawaban yang memuaskan, kini suasana berubah seketika, yang dulunya gelap gulita yang ada hanya suara kesunyian kini berubah menjadi  terang benderang, rasa senang dan bahagia pun terpancar dari masing-masing wajah kami. 

Ya dimana malam itu telah terlukis tentang indahnya dunia. Awal pertama saya bertemu denganya dari sebuah organisasi, dan kita memepunyai hobi yang sama, tak jarang kita sering berbagi banyak hal tentang pengalaman didalam berpetualang, karena saking dekatnya bahkan kita sering kegiatan bareng, disitulah awal mulanya terbentuk sebuah perasaan, yang memeng sulit untuk diungkapkan karena terlalu dekatnya, bahkan kita sering curhat tentang masa lalu masing-masing. Hari demi hari semuanya pun telah berlalu dan akupun belum biasa mengungkapkan karna aku sudah menganggap sudah kayak kakak dan adhek, dan diyapun juga menganggap hal yang sama. Tetapi di lihat dari sudut matanya dia tidak jauh juga ngerasain hal yang sama, seperti apa yang aku rasakan, tapi dia juga diam-diam aja, ya karna mungkin dia sudah menganggap aku seperti kakaknya. Kalo mengingat masa-masa sebelum pacaran, waktu masih temanan dulu kadang-kadang aku tersenyum sendiri, namun sekarang telah berubah dan akupun sangat bahagia menjalin hubungan denganya karena berbagai corak kehidupan yang begitu sangat menyenangkan. Sebuah perbedaan tidak membuat masalah bagi kami, canda tawa serta suka duka telah kami lewatka selama kurang lebih satu tahun belakangan, dan semua itu telah menyatukan dua krakter yang berbeda dengan tujuan yang sama, untuk membuat sebuah perubahan ke lebih serius. Harapan itulah yang kami impikan-impikan dalam sebuah hubungan ini, bahkan dari kami mulai membicarakanya. Permohonan untuk sebuah persetujuanpun dari kedua orang tuapun mulai kami lakukan.

Y alloh begitu indahnya karuniamu, engkau mampu membalikan sebuah tangisan kesedihan dengan tangisan kebahagiaan, yang sebelunya tak pernah aku rasakan. Aku hanya bisa berharap kebahagian ini tidak berhenti hanya sampai disini. Tapi kehendah bertindak lain, ternyata semua itu hanya sebuah ujian dari yang maha kuasa, dan kini semuanya berubah seperti diwaktu dahulu sebelum mengenal dia, bahkan ini rasanya lebih parah sakitnya. Dan akupun terombang ambing karnanya, akal sehatkupun seakan tak ada lagi pungsinya, kejadian ini benar-benar menguras tenaga, hati, pikiran dan air mataku, sungguh ini sakit yang begitu berat bagiku. Y Alloh kenapa kau hadirkan sebuah kebahagian kini kau tutup dengan rasa kesakithatian. Benar-benar sebuah kejadian yang yang tak aku sangka biasa begini.

Aku menyadari sebuah hubungan sangat erat dengan persetujuan dan restu dari kedua orang tuanya, dan disini aku tak memdapatkan semuanya. Do’a serta harapanun aku panjatkan kepada yang maha kuasa. Kelak nanti jika memeng dia adalah jodohku maka pertemukanlah aku denganya dan satukanlah kami ditempat yang engkau ridhoi, namun jika memang ini bukan jodoh dan takdirku, maka jadikanlah ini sebuah pelajaran buat kami, dan satukanlah kami dalam sebuah sahabat seperti dulu, agar kami bias bercerita lagi, ditempat yang mungkin berbeda.

 

Untuk kita renungkan……

Tak ada yang biasa disalahkan disini, karena semuanya salah, dan jangan cinta ini yang kita jadikan kambing hitan dalam  masalah ini, aku sudah berusaha untuk mempertahankanya, tapi kenyataan lah yang memutuskanya. Alloh punya rencana yang bagus untuk kita, yang kita tidak tahu apa rencana itu, suatu saat, kita akan merasakan rencana baru yang telah beliau siapkan untuk kita.

Dan kalo saya boleh jujur, saya tidak habis pikir kenapa sampai saat ini, pikiranku masih aja tetap terpikirkan tentang sosok dirimu, padalah sudah jelas kita sudah tidah ada hungungan lagi.

Senin, 22 Juli 2013

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR HASIL INDUSTRI PABRIK SPIRITUS”
 PT. MADUBARU PS/PG MADUKISMO
YOGYAKARTA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.         Latar Belakang­­­­­­­­­
Masalah lingkungan di indonesia saat ini sudah merupakan masalah mendesak untuk segera ditanggulangi baik oleh pemerintah maupun masyarakat sendiri pada dasarnya semua kegiatan usaha dan pembangunan menimbulkan dampak positif  maupun negatif berupa dampak lingkungan dilihat secara fisik maupun secara sosial. Dampak negatif terhadap lingkungan biasanya ditimbulkan oleh kegiatan baik berupa limbah cair limbah padat maupun limbah yang berupa gas.
Dalam rangka pelaksanaan pembangunan yang berwawasan lingkungan maka setiap kegiatan pembangunan diwajibkan untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya pencemaran lingkungan. Potensi pencemaran dari setiap jenis kegiatan berbeda-beda tergantung pada bahan baku atau pembantu yang digunakan, proses produksi yang dijalankan dan kapasitas produksi yang di capai.
Gula merupakan salah satu dari sembilan kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari fungsi gula sebagai sumber pemanis dalam berbagai makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat. Pola pangan sebagian besar masyarakat Indonesia yang menggemari rasa manis lebih memperkuat posisi komoditi gula sebagai kebutuhan pokok masyarakat. Selain sebagai pemanis, gula juga merupakan sumber kalori. Sebagai pangan sumber kalori, kontribusi gula dalam konsumsi kalori penduduk Indonesia menurut Pola Pangan Harapan (PPH) menempati urutan keempat setelah padi-padian, pangan hewani, serta minyak dan ternak (Natalia, 2002).
Indonesia sebagai negara yang mempunyai kekayaan alam yang melimpah seharusnya dapat terus mengembangkan potensi khususnya dalam memproduksi gula. Pabrik gula yang ada di Indonesia harus terus didukung melalui pengawasan mutu produk agar menghasilkan gula yang berkualitas.
PT Madubaru adalah satu satunya Pabrik Gula dan Pabrik Alkohol / Spiritus di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengemban tugas untuk mensukseskan program pengadaan pangan Nasional, khususnya gula pasir, sebagai perusahaan padat karya banyak menampung tenaga kerja dari Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dibangun pada tanggal 14 Juni 1955. Atas prakarsa Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Diresmikan tanggal 29 Mei 1958 oleh Presiden RI Pertama Ir.Soekarno. PT Madubaru mulai beropresi pada tahun 1958 untuk Pabrik Gula sedangkan Pabrik spritus pada tahun 1959. PT Madubaru berlokasi diatas bangunan Pabrik Gula Padokan (satu diantara 17 Pabrik Gula di DIY yang di bangun pada pemerintahan Belanda tetapi dibumihanguskan pada masa pemerintahan Jepang), yang terletak di desa Padokan, Kelurahan Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
PT Madubaru atau di kenal juga dengan nama PT Madukismo ini selalu berkembang. Dapat dilihat dengan peralatan yang di gunakanpun jauh lebih modern. Hasil dari produk gula pun semakin meningkat seiring penambahan dan pergantian alat yang lebih modern . Dengan perlatan yang semakin canggih maka para pekerjapun di tuntut untuk lebih mengerti dan memahami, sehingga mampu menangani kemungkinan kerusakan alat yang terjadi kapan saja. Selaian dari pada faktor – faktor penunjang yang lain maka seorang teknisi harus dapat memberikan servis berkala terhadap alat ataupun mesin – mesin yang bekerja selama 24 jam tersebut. Dengan demikian maka dapat memperkecil kerusakan alat yang menyebakan kerugian yang lebih besar.
­­­­­­­­­­­­­Pabrik gula dan pabrik spiritus (PGPS) Madukismo berdampak positif maupun negatif terhadap masyarakat sekitar. Dampak positif yaitu memberikan lapangan kerja baik langsung dalam pabrik maupun di luar pabrik, sehingga mampu menekan jumlah pengangguran. Sedangkan dampak negatifnya yaitu menghasilkan limbah cair yang berasal dari proses pencucian dan pemasakan yang menghasilkan efek asam atau alkali dengan kandungan garam yang cukup tinggi. Dan juga menghasilkan Limbah padat yang berupa sisa perasan tebu. Namun sebenarnya jika kita kaji ternyata limbah cair tersebut mengandung unsur unsur hara yang berguna (N, P, K, Ca, Mg dan lain sebagainya) yang dapat membantu memelihara kesuburan tanah dan meningkatkan produksi tanaman baik tebu, padi maupun tanaman lainnya.

1.2.            Tujuan
Setiap kegiatan yang dilakukan harus memiliki tujuan yang terkonsep guna memperoleh hasil yang diinginkan dan optimal. Dalam pelaksanaan Kunjungan Lapangan, memiliki tujuan sebagai berikut:
1.        Pengumpulan data mengenai sejarah perusahaan, situasi dan kondisi perusahan
       organisasi perusahaan, yang menunjang dalam pembuatan laporan.
2.         Mengetahui Konsep dan cara pengolahan limbah khususnya vinasse.
3.         Mengetahui proses pengolahan pupuk cair.
4.         Menambah pengalaman dan pengetahuan dengan melihat secara langsung pelaksanaan
       kerja di lapangan beserta permasalahannya bagi mahasiswa.
5.         Penyelesaian Laporan Kerja Praktek.

1.3.            Manfaat
Setiap kegiatan yang telah dilakukan dengan perolehan tujuan yang telah terkonsep, tentunya dapat dikatakan sesuai dengan target yang tepat, bila dapat memberikan manfaat bagi pelaksana kegiatan. Adapun manfaat yang diperoleh dengan Kunjungan Lapangan antara lain:
1.               Menambah wawasan dan pengetahuan bagi mahasiswa pekerja praktek dalam pengolahan vinasse menjadi pupuk cair di PS Madukismo. Dengan adanya praktek ke lapangan / Industri terkait, dapat lebih memperdalam akan ilmu dan pola pikir yang dapat menstimulus akan pentingnya pengolaahan limbah indrustri.
2.                Meningkatkan pengenalan mahasiswa tentang aspek-aspek pengolahan limbah cair.
3.        Mendekatkan mahasiswa dengan perusahaan, dalam artian kondisi kerja dan tentunya safety yang terdapat di perusahaan.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. TINJAUAN UMUM
           2.1.1        Sejarah Perusahaan
Pada zaman pemerintahan kolonial Belanda, di sekitar wilayah Yogyakarta terdapat kurang lebih 17 pabrik gula. Pabrik-pabrik gula tersebut merupakan hasil karya pemerintahan Hindia Belanda pada masa penjajahan. Kemudian tahun 1942, Jepang masuk menjajah Indonesia dan menguasai semua pabrik gula tersebut, sehingga saat proklamasi kemerdekaan pemerintahan Republik Indonesia merebut semua industri gula dari penjajah Jepang dan kemudian membumihanguskannya.
Pada tahun 1950 ketika pemerintahan sudah berjalan normal dan keadaan mulai pulih kembali, Sri Sultan Hamengkubuwono IX memprakarsai berdirinya kembali pabrik gula dengan tujuan-tujuan:
a.    Memenuhi kebutuhan masyarakat akan gula.
b.    Untuk menampung para buruh bekas pabrik gula.
c.    Membantu pemeritah dalam penyediaan lapangan pekerjaan.
d.    Meningkatkan dan menambah kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
e.    Menambah pandapatan pemerintah pusat maupun daerah.
f.     Mendapatkan keuntungan maksimal yang sesuai dengan kualitas dan kuantitas gula.
Kemudian Pabrik Gula dan Pabrik Spiritus Madukismo mulai dibangun pada tanggal 14 Juni 1955 dengan bentuk perusahaan Perseroan Terbatas (PT) bernama Pabrik Gula Madu Baru. Komposisi kepemilikan saham pada perusahaan tersebut adalah 75% dimiliki oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan sisanya 25% oleh pemerintah Republik Indonesia.
Pada tahun 1962, pemerintah melakukan nasionalisasi terhadap semua perusahaan di wilayah Indonesia (baik milik perusahaan asing, swasta ataupun semi swasta, termasuk pabrik gula tersebut). Untuk teknik pelaksanaan operasional dalam mengorganisasikan pabrik-pabrik gula yang ada pemerintah membentuk suatu badan yang benama Badan Pimpinan Umum Perusahaan Perkebunan Negara (BPUPPN) yang mempunyai tugas membawahi seluruh pabrik-pabrik gula di Indonesia. Pada tanggal 1 Maret 1962, Sri Sultan Hamengkubuwono IX selaku Presiden Direktur P2G Madu Baru PT, menyerahkan PG Madukismo kepada pemerintah Republik Indonesia.
Tahun 1968, pemerintah memberikan kesempatan kepada pabrik-pabrik gula yang bermaksud menarik diri dari BPUPPN. Kemudian pada tanggal 3 September 1968 status pabrik kembali menjadi Perseroan Terbatas dan dinamakan P2G MADUBARU PT. Sejak tanggal 4 Maret 1984 dengan persetujuan Sri Sultan Hamengkubuwono IX selaku pemilik saham terbesar P2G MADUBARU PT kembali dikelola oleh pemerintah Republik Indonesia yang bekerja sama dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia berdasarkan kontrak manajemen selama 10 tahun pertama (1 April 1984 sampai 31 Maret 1994) dan ditandatangani oleh direktur utama PT Rajawali Nusindo (Muhamad Yusuf) dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, selaku pemegang saham terbesar.
Dilanjutkan sepuluh tahun kedua (April 1994 – Maret 2004) mulai April 2004 saham pemerintah dijual kepada PT RNI. Maka PT. Madu Baru menjadi anak perusahaan PT RNI.

          2.1.2.      Lokasi Pabrik
Pabrik Gula dan spiritus dibangun di bekas pabrik gula Padokan yang berjarak 5 km di sebelah selatan kota Yogyakarta, yang merupakan salah satu diantara 17 pabrik yang dibangun Pemerintah Belanda yang dibumihanguskan pada masa pemerintahan Jepang. Tepatnya di kelurahan Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Dan mempunyai luas area sekitar 30 hektar. Lokasi ini sangat menguntungkan, karena :
·           Letak pabrik dekat dengan bahan baku tebu dengan luas perkebunan mencapai 6000-7000 hektar yang terdapat di lima kabupaten
·           Lokasi berdekatan dengan kota Yogyakarta, sehingga mudah untuk mendapatkan tenaga ahli dan alat-alat yang dibutuhkan pabrik
·           Dekat dengan sumber air untuk kebutuhan pabrik terutama air pengisi ketel uap dan proses produksi
·           Tesedianya sarana transportasi yang cukup memadai guna menunjang pengangkutan bahan baku tebu dari lahan ke pabrik.

Pabrik spiritus terletak dalam satu komplek dengan PG. Madukismo, dengan fasilitas penunjang berupa perumahan, gedung dan perkantoran yang mempunyai luas lahan 276.000 m2 dengan status HGB (Hak Guna Bangunan). Dasar pemilihan kawasan ini adalah sebagai berikut:
1.        Fasilitas Pengangkutan
Pengangkutan maupun perhubungan merupakan faktor penting dalam suatu perusahaan, dalam hal ini lokasi Pabrik Spiritus Madukismo sangat menguntungkan karena sangat dekat dengan jalan raya dan tidak jauh dan kota pelabuhan seperti Semarang.
2.        Air, steam, dan tenaga listrik
Kebutuhan steam dan tenaga listrik saat ini masih bisa dipenuhi oleh PT. Madu Baru yang memiliki ketel uap, generator, dan diesel. Untuk kebutuhan bahan bakar yang digunakan untuk ketel uap adalah ampas tebu yang merupakan hasil buangan dan Pabrik Gula Madukismo, sedangkan untuk kebutuhan air dapat dipenuhi dan sungai Winongo yang terletak dekat dengan pabrik.
3.        Bahan baku dan bahan pembantu
Bahan baku pabrik spiritus adalah tetes yang merupakan hasil samping dan Pabrik Gula Madukismo, sehingga mudah untuk mendapatkannya dan biaya untuk transportasi relatif sangat murah karena Pabrik Gula dan Pabrik Spiritus terletak dalam satu komplek. Adapun bahan pembantu seperti Urea, NPK, H2SO4, TRO dan Superflok dapat dibeli di kawasan Yogyakarta.

4.        Tenaga kerja
Di sekitar pabrik cukup banyak tenaga kerja kasar sedang untuk tenaga kerja ahli dan tenaga kerja menengah mudah dicari dari kota Yogyakarta dan sekitarnya.

         2.1.3.      Visi dan Misi Perusahaan
a.      Visi Perusahaan
PT Madubaru menjadi perusahaan agroindustri yang unggul di Indonesia dengan petani sebagai mitra sejati.
b.      Misi Perusahaan
1.    Menghasilkan gula dan ethanol yang berkualitas untuk memenuhi permintaan masyarakat dan industri di Indonesia.
2.    Menghasilkan produk dengan memanfaatkan teknologi maju yang ramah lingkungan, dikelola secara profesional dan inovatif, memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan serta mengutamakan kemitraan dengan petani.
3.    Mengembangkan produk atau bisnis baru yang mendukung bisnis inti.
4.    Menempatkan karyawan dan stake holders lainnya sebagai bagian terpenting dalam proses penciptaan keunggulan perusahaan dan pencapaian stake holder values.

         2.1.4.      Tata Ruang
         2.1.5.      Struktur Organisasi
         2.1.6.      Tenaga Kerja
         2.1.7.      Sistem Penggajian 
         2.1.9.      Jaminan Sosial 
         2.1.10.  Produk yang Dihasilkan
         2.1.11.  Pemasaran 
2.2.      LANDASAN TEORI
2.2.1   Limbah
2.2.3.Pembuatan Pupuk Organik Dari Limbah.
2.2.4.Definisi Pupuk
2.2.5. Pupuk Cair Organik
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Lokasi Kerja Praktek 
3.2. Alat dan Bahan
3.2.1.      Alat
3.3.         Cara Kerja
      3.5. Tahap Penyusunan Laporan 
 3.6.       Cara Pengumpulan Data
.

BAB IV
PEMBAHASAN DAN TUGAS KHUSUS
4.1.             PEMBAHASAN    
4.1.1.       Jenis Limbah
4.1.2.           Karakteristik limbah
4.1.3.           Sistem Pengolahan
4.2.   TUGAS KHUSUS

BAB V
PENUTUP
5.1  Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan tentang pengolahan pupuk cair di PS. Madukismo, tersebut, penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut:
1.      Limbah vinasse merupakan salah satu limbah yang kapasitasnya yang terbesar di PT. Madubaru yaitu 480 m3/hari.
2.      Limbah vinasse memiliki kadar BOD dan COD yang tinggi yaitu BOD = 30.000 ppm dan COD = 100.000 ppm
3.      Pengolahan pada PS Madukismo sebagian limbah vinasse diolah menjadi pupuk cair karena mudah pengerjaannya serta bahan baku pendukung yang sudah tersedia di dalam area pabrik.
4.      Pupuk cair yang dihasilkan dari limbah vinasse mempunyai kadar P(phospor) dan K(kalium) yang tinggi tapi kadar N(nitogen) yang kurang.
5.      Untuk pengolahan pupuk cair di PS Madukismo tersedia dua tangki yang keduanya mempunyai volume total kurang lebih 30.000, masing – masing kapasitas volume tangki 1 ialah 20.000 dan tangki 2 ialah 10.000.
6.      Produksi pupuk cair d PS.Madukismo hanya diaplikasikan di area pabrik.

5.2  Saran
Adapun beberapa saran dari penulis adalah sebagai berikut :
1.    Perlu adanya kerjasama antar instansi yang lebih efektif guna saling mendukung terselenggaranya proses kegiatan yang lebih baik, terutama mengenai penanganan Limbah Cair di pabrik tersebut.
2.    Untuk mendapatkan hasil pupuk cair yang optimal perlu meningkatkan kualiatas pupuk cair agar bisa dipasarkan dan dapat diproduksi dengan skala besar.
3.    Secepat mungkin pengolahan limbah cair dengan sistem pengolahan baru yaitu dengan pengolahan sistem Microbubble MO2 bisa berjalan dengan lancar dan bisa beroprasi, sehingga limbah cair bisa teratasi semaksimal mingkin.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. http://PT.Madubaru/madukismo. Tanggal akses 21 November 2012.
Djuarnani, N., Kristia, B.S., Setiawan, 2005. Cara Tepat Membuat Kompos. Agromedia Pustaka, Jakarta
Hadisuwito, S., 2007. Membuat Pupuk Kompos Cair. PT. Agromedia Pustaka, Jakarta
Jenie dan Rahayu. 1994. Penanganan Limbah Industri Pangan. Jogjakarta : PT. Kanisius
 Murbondo, L., 2004. Pupuk Organik Padat, Pembuatan Aplikasi. Penebar Swadaya, Jakarta.
Musnamar. E.I., 2007 Pembuatan, Aplikasi Pupuk Organik Padat. Penebar Swadaya, Jakarta
Purwendro. S., dan Nurhidayat. 2006.Mengolah Sampah untuk Pupuk dan Pestisida Organik. Seri Agritekno. Penebar Swadaya, Jakarta.

Wardhana, Wisnu Arya. 1995. Dampak Pencemaran Lingkungan. Yogyakarta: Andi.