Rabu, 03 April 2019

Kegiatan Rutinitas Bulanan Desa Karang Mas

Salah satu kegiatan rutin yang selalu dilakukan setiap bulan yaitu bakti gotong-royong masyrakat Desa Karang mas, kegiatan ini dilakukan  guna mempererat tali silahturahmi antar sesama.



Meski terkadang kesibuka dengan rutinitas masyrakat sangat padat, tapi alhamdulilah mareka masih menyempatkan waktu untuk mengikuti kegiatan rutin bulanan. Mereka sangat menyadari bahwa kersasama Tim sangat, mempermudah dan mempercepat suatu pekerjaan. 

Walau suatu pekerjaan sangat tidak mungkin untuk diselesaikan dengan waktu yang singkat, namun dengat semangat dan kerjasama Tim, maka semuanya akan menjadi lebih mudah dan sangat cepat terselesaikan.


Dengan hidangan yang seadanya, kami sangat mensyukuri nikmat yang maha kuasa, semoga doa kami dikabulkan menjadi Desa yang sangat maju. Semangat yang tak pernah lelah , kerjasama yang  semakin erat, dan kebersamaan kami tak pernah pudar. AMIN.


Salam dari kami Dayak Tomun

"Warga Masyrakat Desa Karang Mas" Kec. Batang Kawa, Kab. Lamandau, Prop. Kalimantan Tengah

Kamis, 06 Agustus 2015

Sejarah Desa Karang Mas dari Tahun 1860 s/d 1966

             Pada jaman dahulu nama Desa Karang Mas belum terkenal seperti sekarang, karena waktu itu status masih bersipat kampung / pendukuhan yang biasa disebut laman. Dan semua masyrakat yang ada di tempat tersebut bagian dari keturunan Sarang Paruya yang disebut Dayak Tomun, sekitar tahun 1860an ada sebuah Pedukuhan (Laman) yang bernama Batu Tajam yang dipimpin salah satu Kepala Dukuh yang namanya Kenuruhan Suyu’t. Semula masyarakat disitu hidup aman dan tentram mereka bermata pencaharian dengan berburu dan berladang, dikampung itu dihuni oleh kebanyakan bujang seratus dara seratus dengan bala hulu”t (pembantu) Libut Prodah.
             Tiba-tiba pada suatu masa terjadilah  tewah (acara kematian) masarakat melakukan ritual adat dengan manului (menumbal) seoarang hulut (pembantu) yang bernama garunung tumpah. untuk  memudas (mengesahkan sebuah bangunan) dengan didirikanya pantar (menara yang menjulang tinggi terbuat dari pohon ulin dan di atasnya ada guci) sebanyak 7 buah, dengan sampunuk (patung berbentuk manusia yang terbuat dari pohon ulin) sebanyak 7 buah. Sebelum Hulut (pembantu) tersebut mati ia menyumpah (mengutuk) seluruh isi laman Batu Tajam terpecah-belah. tidak lama kemudian, kutukan tersebut pun terjadi. Pertengkaran hebatpun terjadi, kesalah pahaman dan saling tuding satu sama lain, tak peduli saudara ataupun sanak saudara. dari kejadian tersebut terjadilah perpecaha. Sebagian masyarakat pindah ke kalbar ada yang mati dan ada juga yang hilak. Setelah kejadian itu timbulah duata laman (orang yang mempunyai ilmu gaib dan tak bisa dilihat) yang bernama “Ira Bangala Tampuk, Krosik, Sangkuak"  yang berlokasi di Kapar Batuguk, dan Sangkumangan Baju  Bosi. Lalabi Putih yang berada di Lomang Tarai. Ritual selalu dilakukan sampai sekarang agar Laman (desa)  jangan pocah, laman jangan  hilak. Laman tersebut pun  berganti nama menjadi Sarongkah Pinah. Revolusi pun terus terjadi.
              Pada tahun 1898 nama laman  berganti nama lagi menjadi Desa Karang Mas yang masih di pimpin Kepala Kampong bernama Omas Tamonguk Intak’k masarakatnya hidup aman dan tentram sehabis masa jabatannya bergantilah dengan  Omas Prabu Timur yang memeimpin masarakat  hidup dengan rukun aman dan tentram, mereka masih hidup bertani dan berladang berpindah pindah, setelah itu berganti Kepala Kampuk bernama Aton. sekitar tahun 1958 Kepala Kampong  berganti kepada  Omas Sanum Untan yang memimpin Desa Karang Mas  selama lima belas  tahun. Pada tahun 1966 penduduk melakukan ritual adat dengan acara mementaskan Sengkumang Baju Bosi, dan  Desa Karang Mas dipindah keseberang kana  mudik Batang Kawa. Tempat dukuh Orang tua bernama Lampah yang kepala kampuk masih Omas Sanum Untan. Setelah itu berganti kepala kampuk bernama Omas Suka Pereh.

             ;;;;;;;;; bersambung;;;;;;;
 yg sabar ya.... kelanjutanya masih dlm proses....

Sabtu, 30 Agustus 2014

“Yogya Memang Istimewa”

Ada banyak hal – hal Indah, yang tak bisa dilupakan....
Ada banyak Misteri yang tak bisa terungkap...
Namun semua itu akan menjadi cerita kelak dihari tua nanti...
Memang setiap dimana sebuah pertemuan, pastinya akan ada yang namanya perpisahan...
Dan hal itu tak bisa kita hindari ... Padahal yang namanya berpisah itu, sesuatu hal yang sangat meyedihkan..... LLL...
Tapi apa boleh buat, “tanggung jawab moral” yang tak mungkin bisa kita abaikan, membuat kita harus berfikir lebih jernih, untuk masa depan yang lebih baik....
Apa yang telah kita rencanakan dari awal, tujuan utama kita jauh-jauh ke kota istimewa ini, tidak lain hanya untuk belajar dan membawa hasil yang bisa kita banggakan kepada orang tua kita nanti...
Yogya itu memang istimewa...
Terkadang tak sedikit orang yang terlena akan keindahan Yogya, termasuk saya,.. keterlenaan membuat kita lupa akan tujuan utama kita...
Dan hal tersebut membuat kita sadar, bahwa kita telah banyak ketinggalan waktu dan kesempatan untuk mempersiapkan masa depan yang lebih berguna dan bermamfaat.....
Kuliah di perantauan memang meninggalkan banyak cerita baik suka maupun duka, yang tak banyak orang bisa sukses dan berhasil...
Hari ini, hari yang sangat bahagia buat saya, akhirnya saya berhasil... dan ada yang saya banggakan buat orang tua saya...
Ada banyak terimakasih yang tak bisa saya sampaikan satu persatu, entak itu buat teman, sahabat, dan juga orang-orang spesial... tanpa kalian semua, apalah artinya hidup ini...
Dan hari ini juga, hari dimana kita harus berpisah, memang perpisahan bukan akhir dari segalanya... tetapi yakinlah semuanya akan indah...”indah pada waktunya” JJJ
Selamat berjuang Teman-teman,....!!! mari kita langkahkan kaki kita, untuk menggapai mimpi-mimpi kita yang belum tercapai...


By :251.SB

Jumat, 18 Juli 2014

Langkah Kaki Yang Tak Akan Pernah Berhenti

        Bumi beserta isinya adalah titipan yang maha kuasa, yang begitu luas untuk kita ketahui. Rasa ingin tahu selalu ada dalam jiwa pribadi manusia, dan manusia tidak tidak akan pernah puas dengan apa yang telah dia miliki. 
        Dan aku tak akan pernah tau, sampai kapan langkah kaki ini akan berhenti, selagi masih ada napas jiwa semangat dan petualangan yang telah mendarah daging  dijiwa ini, kecintaanku terhadap bumi pertiwi ini membuatku semakin yakin dengan apa yang telah aku jalani. 
     Bagaimana tidak keindahan dunia yang telah diciptakan membuatku tergiur untuk menikmati indanya dunia ini. Terkadang aku berfikir hidup tanpa warna tak akan menjajikan kita bahagia apa lagi hidup hanya di diisi dengan biasa-biasa tanpa yang luar biasa.... 
       Pengalam yang telah aku dapatkan dalam sebuah organisasi yang pernah aku jalani membuatku semakin yakin, rasanya ingin ku jejaki kaki ini disetiap sudut kota beserta keindahan didalamnya, karna aku yakin dalam setiap langkah kaki akan selalu ada cerita lucu tentang alam dan isinya, punya banyak kenalan dimana-mana dan rumah dimana-mana, menanjakan mata dan hoby berpetualang....

"tidak akan ada keindahan yang abadi selain keindahan alam ini"
"tidak akan ada pengalaman yang begitu berhanga selain pengalaman dalam berpetualangan"
"tidak akan ada sehabat yang bisa mengerti selain bersahabat dengan alam"
"tidah akan ada cerita yang lucu selain cerita bersama teman-teman petualang"

Hoby yang tak mungkin bisa dipisahkan, seakan selalu mengalir seperti air, dan tidak akan pernah berhenti meskipun selalu ada halangan dan rintangan hingga sampai pada titik ahir sebuah perjalanan... 
" Alam aku sungguh mencintaimu dengan caraku sendiri " keindahanmu yang membuatku semakin dekat ingin mengenalmu dan memanjakanmu dengan tanganku sendiri. 

Namun terkadang aku merasa iba dengan apa yang terjadi padamu, orang-orang yang tidak bersyukur atas nikmamu, selalu mempermainkanmu, merusak masa depan dan hidupmu. Padahal mareka tak pernah tau, bahwa hidupnya tergantungan pada dirimu..

Andaikan engkau bisa bicara, pastikau akan merintih kesakitan, atas apa yang mareka lakukan padamu...
Ya Alloh sadarkanlah mareka yang tidak tau berterima kasih atas nikmat yang engkau berikan....

By : 251 (serabut bambu)

Selasa, 03 Desember 2013

PERLENGKAPAN, PACING DAN MAKANAN



(Perlengkapan, Packing dan Makanan )

Dalam setiap perjalanan atau kegiatan khususnya kegiatan alam bebas, biasanya tujuan utama kita adalah Bagimana caranya kegiatan berjalan lancar dan semua kebutuhan kita dapat terpenuhi di lapangan. ‘So untuk mencapai tujuan tersebut kita perlu mengetahui apa- apa yang akan kita bawa dan bagaimana membawanya. Hal ini disebut dengan merencanakan PPM (Perlengkapan, Packing dan Makanan}.
Perencanaan PPM sebelum perjalanan/ kegiatan dilakukan (pra perjalanan/ kegiatan) merupakan “kerjaan kecil/ simple”, namun sangat penting dan berdampak sangat besar bagi kegiatan tersebut terutama bagi pelaku kegiatan. Dalam perencanaan PPM perlu dipertimbangkan hal- hal sebagai berikut  :
1.    Jenis medan yang akan dihadapi, misal : Hutan, Gunung, Rawa, Pantai dll.
2.    Tujuan perjalanan/ kegiatan, misal : Penjelajahan, Diksar, Penelitian, Fun, dll.
3.    Lamanya perjalanan/ kegiatan.
4.    Keterbatasan kemampuan fisik untuk membawa.
5.    Hal- hal khusus, misal : obat- obatan tertentu dsb.
Mengingat pentingnya PPM, ‘So sebelum perjalanan/ kegiatan sebaiknya disusun terlebih dahulu sebuah checklist (daftar perlengkapan dan makanan), dalam checklist perlengkapan dan makanan dikelompokan kemudian diteliti mana yang dibawa dan yang tidak. Apabila perjalanan/ kegiatan adalah perjalanan/ kegiatan kelompok, maka dibuat checklist kelompok/regu/tim dan pribadi.
Pada perjalanan/ kegiatan tertentu perlu dipertimbangkan apakah perlengkapan kita bawa sendiri atau menggunakan pembawa beban (porter) dan juga dipertimbangkan apakah perlengkapan dan makanan kita bawa sejak awal atau diperoleh diperjalanan.

PERLENGKAPAN

I. Perlengkapan Dasar         
A.    Perlengkapan Berjalan/ Bergerak.
1.    Topi
Untuk melindungi kepala dari cedera oleh duri, curahan hujan (khususnya kepala bagian belakang), panas matahari, sengatan serangga. Gunakan topi yang berbahan kuat/ tidak mudah robek.
2.    Baju
Untuk melindung tubuh dari kondisi sekitar (panas matahari, semak duri, semak gatal, sengatan serangga). Gunakan baju yang berbahan kuat, menyerap keringat, ringan, mudah kering, praktis dan tidak mengganggu pergerakan. Dianjurkan untuk menggunakan yang berbahan katun atau wool dan berlengan panjang.
3.    Sarung tangan
Untuk melindungi tangan dari duri, daun berbahaya dan serangga saat menyibak semak. Gunakan yang terbuat dari kulit, tidak kaku dan sesuai dengan ukuran tangan.
Sarung tangan berbahan wool dipilih untuk perlindungan dari cuaca dingin.
4.    Celana
Seperti halnya baju, celana berfungsi untuk melindugi bagian bawah pinggang sampai mata kaki. Gunakan celana yang berbahan lembut, kuat, ringan, menyerap keringat, mudah kering bila basah dan tidak menggangu gerakan kaki (cukup longgar).
Celana berbahan Jeans tidak diajurkan. Jenis celana yang baik untuk keperluan lapangan adalah celana PDL militer.
5.    Ikat pinggang
Selain menjaga agar celana tidak melorot juga berfungsi untuk meletakan peralatan yang perlu cepat dijangkau seperti pisau, tempat minum dll.
Gunakan yang berbahan kuat dengan kepala ikat pinggang tidak terlalu besar.
6.    Kaos kaki
Untuk melindungi kulit dari gesekan langsung dengan sepatu (lecet), menjaga pernapasan kaki dan pada daerah dingin menjaga kaki tetap hangat. Kaos kaki berbahan katun campuran wool atau bahan sintetis sangat baik, sesuaikan ketebalan dan panjang kaos kaki dengan keperluan.
7.    Sepatu
Kegunaan sepatu tergantung pada medan yang akan kita lalui, tapi pada umumnya untuk melindungi kaki dari sengatan binatang berbisa, luka tertusuk, terkilir.
Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan sepatu yaitu :
- sesuai dengan bentuk dan ukuran kaki, menguntungkan pemakai dan kuat untuk pemakaian berat.
- Untuk medan hutan gunung gunakan sepatu berkulit tebal (tidak mudah robek), lunak bagian dalamnya, keras bagian depannya, melindungi sampai mata kaki, ada lubang ventilasi dan bentuk sol bawahnya dapat menggigit kesegala arah.
Sepatu ABRI cukup baik dipergunakan namun perlu dimodifikasi dengan penambahan ventilasi udara dan tambahan insole (alas didalam sepatu tambahan yang berbentuk jaring atau bolong). Kelemahan sepatu ini adalah berat dan bila lama tidak dipakai kulit sepatu akan mengeras.
 
8.    Tempat minum
Dalam perjalanan kebutuhan air minum harus tetap terpenuhi. Bawalah air minum, gunakan tempat minum yang kuat, ringan, praktis dan kapasitas disesuaikan kebutuhan
9.    Pisau
Pisau merupakan alat bantu untuk keperluan memasak, membuat jalan, membuat bivak, membuat api (memotong kayu) dll. Gunakan pisau yang cocok untuk keperluan perjalanan/kegiatan, terbuat dari bahan yang terpercaya kuat/ tidak mudah patah dan tajam, enak dipegang dan dipakai, sarungnya aman dan enak jatuhnya.
Pisau dapat dibagi :
-      Pisau saku serba guna (multiblade)
-      Pisau pinggang (pisau bowie, pisau komando, pisau lempar dll)
-      Golok/ Parang tebas
10. Pakaian hujan
Untuk perjalanan dengan kondisi cuaca tidak bersahabat (hujan), namun kita harus melanjutkan pergerakan, kita perlu peralatan untuk melindungi tubuh dari hujan (biar ‘engga pilek). Pakaian hujan dapat berupa Mantel/ Ponco, Jas hujan atau Rain coat.
11. Lampu senter
Untuk perjalanan dimalam hari lampu senter sangat dibutuhkan gunakan lampu yang kuat, tahan terhadap cuaca dingin atau air dan hemat energi.
Jangan lupa siapkan bohlam dan baterai cadangan.
12. Tas
Tas dapat berupa day pack, carrier dll, yang pastinya berfungsi untuk membawa perlengkapan dan makanan kita selama perjalanan/ kegiatan.
Yang harus diperhatikan dalam pemilihan tas (carrier) :
-      Sesuaikan ukuran tas dengan postur tubuh kita
-      Bentuk, ukuran dan model disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan medan. Tas/ carrier dengan model rangka dalam (internal frame) untuk medan rimba gunung, rangka luar (eksternal frame) untuk medan- medan terbuka (salju, padang rumput, pantai)
-      Ringan dan water proof sehingga kalau hujan tidak bertambah berat dan melindungi isinya .
-      Kuat, mampu membawa beban dengan aman, tidak mudah robek, zippernya cukup kokoh, pokok’e kuat lah !
-      Nyaman dipakai, adanya ventilasi antara punggung dengan ransel dan bahannya menyerap keringat, tali penyandang cukup kuat, lebar dan empuk serta mudah disetel.
-      Praktis, mudah dalam membagi beban dalam packing dan mudah dalam pengambilan barang.

B.    Perlengkapan Memasak, Makan dan Minum.
1.       Alat masak lapangan/ nisting.
2.      Kompor lapangan (gas, paraffin, spritus dll).
3.       Alat makan (sendok garpu dll).
4.       Alat pembuat api (pematik, korek api dll).
5.       Bahan bakar (lilin, spritus, gas, minyak tanah paraffin dll).
6.      Tempat air.
7.       Alat pemotong/ pisau.
Gunakan perlengkapan dalam memasak, makan dan minum dari bahan yang kuat/ tidak mudah pecah, ringan dan praktis.

C.    Perlengkapan Menginap/ Bermalam.
1.    Perlengkapan bernaung.
-      Tenda (doom, segitiga dll)
-      Bivak (ponco, playshet, plastik dll)
2.    Satu set pakaian tidur.
-      Baju dan celana tidur.
-      Sarung tangan, kaos kaki dan pelindung/ penghangat kepala.
3.    Sleeping bag/ sarung bag.
4.    Sleeping mat atau matras.
5.    Penerangan (senter, lampu badai, lilin, sentir,gas dll).
 
D.    Perlengkapan Pribadi Lainnya.
-       Perlengkapan ibadah.
-       Perlengkapan mandi.
-       Pakaian ganti + celana dalam.
-       Bagi Ladies siapkan Perlengkapan khusus.
      Dll.

E.    Perlengkapan Emergency.
1.        Survival kit.
-      Tali (webbing, tali plastik, tali pramuka dll).
-      Pisau/ parang tebas.
-      Peralatan menjahit.
-      Pluit/ kaca.
-      Mantel/ Ponco.
-      Peralatan pembuat api/ korek dalam wadah water proof.
-      Peralatan berburu2/ memancing.
-      Tablet garam.
-      Radio komunikasi dll.
2.        PPPK kit (standar + obat- obatan pribadi).

II. Perlengkapan Khusus
A.    Perlengkapan Penelitian, misalnya : kamera, binoculer, alat tulis, buku refrensi, lab lapangan dll.
B.    Perlengkapan Hutan Gunung, misalnya : peralatan navigasi, peralatan komunikasi dll.
C.    Perlengkapan Pendakian Tebing., misalnya : tali, carrabiner, sling, piton, dll
D.    Dll.

III. Perlengkapan Tambahan
Perlengkapan ini dapat dibawa atau tidak, misal : putis, semir, hamouck, kelambu, gaiter, jaket dll.

Tentang peralatan :
1.    Untuk peralatan yang terbuat dari bahan (nilon, katun, atau yang memiliki lapisan water proof) hindari pencucian dengan menggunakan detergen atau perendaman yang lama.
2.    Untuk peralatan seperti sleeping bag, jaket bulu angsa atau sejenisnya, lakukan pencucian dengan dry cleaning.
3.    Untuk peralatan dari bahan kulit tidak perlu dicuci cukup dilap kotorannya dan disemir.
4.    Untuk peralatan yang terbuat dari besi, almunium, stanlees dll, kotoran dibersihkan dengan menggunakan air hangat hingga bersih benar, kemudian oleskan sedikit minyak guna menghindari karat saat penyimpanan.
5.    Bersihkan kompor gas sebelum/ setelah kegiatan agar menghindari macetnya gas dan menimbulkan kebakaran, cek selalu adakah kebocoran setiap hendak dipakai untuk memasak.
6.    Semua peralatan disimpan ditempat kering, hindari penyimpanan ditempat yang panas, lembab, dan binatang perusak (ngengat, kecoa, tikus dll)

PACKING
Menyusun perlengkapan dan makanan kedalam tas (packing) sangat mempengaruhi kenyamanan, keamanan/keselamatan  dan efisiensi dalam membawa dan pembongkar perlengkapan. Dalam penyusunan barang (packing) di sesuaikan dengan desain tas, sehingga cara penyusunan adalah menjaga keseimbangan beban, agar perkerakan kita dapat effisien.
Dalam packing yang perlu diperhatikan :
1.    Letakan barang- barang yang berat setinggi dan sedekat mungkin kebadan, barang- barang yang relatif lebih ringan letakan dibagian bawah.
2.    Letakan barang- barang yang sewaktu- waktu diperlukan pada bagian atas atau kantung- kantung luar.
3.    Kelompokan barang- barang dan masukan dalam kantung- kantung plastik yang  tidak tembus air, terutama pakai ganti/ tidur, kertas, buku dll.
4.    Untuk  barang/ bahan makanan yang mudah tercecer/ rusak seperti beras, gula, lilin. korek atau lainnya tempatkan pada wadah yang cukup kuat dan water proof.
5.    Buatlah checklist dan atau gambar letak barang- barang didalam tas, sehingga memudahkan dalam pengambilan dan resiko kehilangan/ tertinggalnya barang selama perjalanan/ kegiatan.
Setelah semua peralatan dan makanan terpacking, beban total tidak melebihi kemampuan kita untuk membawanya (maximum utility in minimum weight). Perhitungan beban  total untuk perorangan adalah tidak melebihi sepertiga berat badan atau sekitar 15 – 20 Kg, walaupun ada beberapa orang yang  mampu membawa lebih dari itu.
Untuk mempermudah dalam packing dan pengangkutannya (membawanya), sebaiknya peralatan tersebut dalam bentuk portable.

MAKANAN
Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam perencanaan makanan adalah sebagai berikut :
1.    Lamanya perjalanan/ kegiatan yang akan dilakukan.
2.    Aktivitas apa saja yang dilakukan selama perjalanan/ kegiatan.
3.    Keadaan medan yang akan dihadapi (terjal, datar dsb).
Pemilihan makanan yang akan dibawa tidak saja terlepas dari rasa/ selera (tidak asing dilidah) tetapi juga berdasarkan :
1.    Cukup mengandung kalori dan komposisi memadai.
2.    Tahan lama, tidak mudah rusak atau busuk.
3.    Mudah dalam memasaknya (memasaknya tidak lama, irit air dan bahan bakar).
4.    Ringan dan mudah dibawa (dipacking).
5.    Mudah didapat dan yang pasti murah.

Kebutuhan Kalori
Sebagai acuan dasar, dalam kehidupan sehari- hari manusia membutuhkan 2000 kal/ ari, untuk melakukan aktivitas dibutuhkan 2500- 3000 kal/ hari dan pada cuaca dingin (diatas 3000 m dpl) 3000-  5000 kal/ hari.
1 gram   Hidrat arang    mengandung 4 kalori.
   Lemak                               9 kalori.
   Protein                               4 kalori.
Waktu tercepat menjadi kalori adalah hidrat arang kemudian lemak (6-8 jam lemak menjadi kalori) setelah itu protein.
Kebutuhan kalori per 100 pounds (sekitar 45) berat badan adalah :
1.    Metabolisme basal (bernafas, jantung berdetak, dll) : 1100 kalori
2.    Aktivitas tubuh :                                                    kalori/ jam                     
-       Jalan Kaki :   2 mil/ jam                                          45
                          3 mil/ jam                                       90
                          4 mil/ jam                                      160
-       Memotong kayu/ nebas                                         260
-       Makan                                                                 20
-       Duduk (diam)                                                        20
-       Bongkar/ packing , bikin camp, dll                             50
-       Menggigil                                                            220
3.    Aktivitas dinamis khusus (factor) = 6 – 8 % dari point 1 dan 2
4.    Total kalori yang dibutuhkan = 1 + 2 + 3

Kebutuhan Air minum :
1,5 – 2 liter/ hari/ orang (jika kebutuhan cairan yang iperoleh dari makanan cukup)

Satu hal yang menjadi kendala bagi kita dalam PPM adalah peralatan atau makanan tersebut kadang atau sulit terjangkau oleh isi kantong kita {gara’dae motik dab !) ‘So iki kepiye… Don’t worry, kita bisa mencari barang- barang alternatif sebagai penggantinya yang sesuai, dengan pertimbangan fungsi dari barang tersebut terpenuhi.