Selasa, 16 Juli 2013

MAPALA STTL

Mapala Ku Mapala STTL

Organisasa yang bermuatan Lingkungan dan adventure

Sebuah Memori yang tak biasa terlupakan di Organisasi saya yaitu Mapala STTL, begitu banyak cerita serta pengalaman, baik dalam sebuah Organisasi, maupun didalam Petualangan “Adventure” canda tawa, serta suka duka yang telah kita lewati bersama, merupakan pembelajaran yang menyongsong kita untuk menjadi orang selalu bersukur, atas semua peristiwa baik yang sudah terlewatkan maupun yang sedang dijalani. Saya pribadi sangat bersukur biasa hadir di tengah-tengah keluarga besar ini, disini saya biasa mengenal satu sama lain, biasa berbaur dari yang tua, sampai yang muda, dari yang mempunyai banyak pengalaman sampai berbagi pengalaman, bahkan dari berbagai jenis suku bangsa, tetapi kami tak memperdulikan semua itu, karena disini kami satu payung dalam sebuah organisasi “Mapala STTL”dengan tujuan yang sama yaitu “MAMAHU HAYUNING BAWONO” yang diartikan menjaga serta melestarikan alam. Kami banyak belajar dari Alam, dan alam juga sebagai tempat kami berlatih dan berkreatifitas untuk mengasah potensi yang telah tertanam didalam diri kami masing-masing.

Seperti kata pepatah yang pernah dilontarkan oleh senior saya “Alam ibaratkan sebuah buku tebal yang tak akan pernah habis untuk dibaca” kata-kata tersebut saya dapatka disaat waktu diksar saya yaitu Diksar XV Mapala STTL yang dilaksanakan di Lereng Selatan Gunung Merapi dan sampai sekarang masih teringat dalam benakku, bahkan saya rasa dari 18 teman satu angkatan dan satu diksar sama saya juga masih mengingat kata-kata itu. Ya memang sebuah kata-kata yang singkat dan padat tetapi mempunyai makna yang sangat luas.

Isi dari cerita ini tentang sebuah pengalaman yang sangat pahit dan manis dalam Organisasi saya yaitu Diksar XV Mapala STTL yang dilaksanakan di Lereng Selatan Gunung Merapi yang beranggotakan 18 peserta yang terdiri dari berbagai karakter. Banyak kejadian-kejadian aneh yang terjadi dilapangan baik dalam bentuk konflik peserta sama peserta, peserta sama senior “oprasional” dan juga faktor alam serta karakter gunung yang menyimpan bayak misteri, yang menjadi sebuah cerita yang panjang dan lebar. Tetapi disini saya menyimpulkan bahwa setiap usaha atau kegiatan yang kita lakukan itu pasti selalu di temukan pada rintangan dan tidak semuanya biasa berjalan lurus. Hingga sampai pada akhirnya biasa lulus ujian dan dilantik menjadi Anggota Muda, dengan nama angkatan kami yaitu SERABUT BAMBU (SB). setelah sekian lama ditempa di Alam dengan kondisi yang sangat begitu Extrim, baik dari segi medan, cuaca, fisik dan mental kami selama di lapangan.

 


Namanya SORWARU, karena menurut sejarah dari beberapa sesepuh dari pendiri Mapala STTL, bahwa dulunya tempat ini ada sebuah pohon Waru, dan pada akhirnya di sebut SORWARU atau dalam bahasa jawa ngisornya waru “belakangnya pohon waru” disinilah pertama kalinya terbentuk sebuah Kelompok Pecinta Alam yang disebut dengan Mapala STTL, sedangkan SORWARU itu sendiri tempat dimana sekumpulan orang-orang yang mempunyai hobi yang sama, dengan berbagai karakter yang berbeda-beda. Atau biasa di sebutkan tempat berkumpulnya orang-orang liar yang disatukan dengan satu tujuan yang sama. Di tempat inilah saya dan teman-teman sering berkumpul dan nongkrong bersama cerita bersama diskusi bersama dalam berbagai hal, baik dalam pengalaman, pengetahuan dan yang lainya dari masing-masing orang dengan karakter yang masih terbawa asalnya. Disinilah tercipta sebuah keharmonisan dalam keluarga terkadang hal-hal konyol yang mewarnai setiap waktu yang membuat kami betah berada dalam lingkaran Sorwaru. Hari demi hari pun sering saya lewatkan bersama teman-teman dengan berbagai kegiatan baik yang menyangkut dalam segi petualangan, entah itu gunung, tebing, gua, air maupun lingkunganya. Begitu banyak waktu yang kami miliki hanya kami isi dengan jalan-jalan untuk berpetualang, sehinga berjalanya waktu satu demi satu pengalaman mulai kami raih. Namun ada juga dari kami yang lebih mementingkan urusan kuliahnya dibanging banyak berkegiatan dilapangan, yaitu sebenarnya tujuan pertama saya juga, yang jauh-jauh dari Kalimantan. Namun saya menyadarinya bahwa sebuah pengalaman itu bukan hanya didapatkan dari bangku kuliah saya tetapi justru banyak didapat dari pengalaman yang terjun lansung kelapangan.

Namun disisi lain untuk menjadi seorang Mapala bukanlah hal yang mudah dibutuhkan kesiapan baik pisik maupun mental sehingga tidak asing juka seorang Mapala mempunyai mental yang siap dalam kondisi apapun, karena memang dari segi pendidikanya sudah ditanamkan jiwa-jiwa handal dalam segala apapun, manun ada juga segi positif dan negatifnya. Namun kita siap menghadapi hal ya terbaik dan hal yang terburuk. Tapi dalam hal ini kita punya prosedur didalam sebuah kegiatan, untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Begitu juga hal-hal yang lainya, begitulah sepak terjangnya dalam sebuah Organisasi apalagi dalam hal ini Organisasi yang berdadapan dengan tantangan didalam beradventur.

“Banyak hal-hal baru yang anda dapatkan dalam berorganisasi tergantung jenis Organisasinya seperti apa, tinggal bagaimana cara kita menyikapi semua itu”

Didalam Organisasi juga terdapat beberapa materi tentang berkegiatan didalam Alam bebas, dan juga menejemen-menejemen serta peralatan serta tak luput juga biaya agar terlaksananya sebuah kegiatan dengan dukungan dari berbagai pihak, serta fisik maupun mental sebelum berkegiatan yang dilatih sebelum berkegiatan bahkan sesudah berkegiatan, serta evaluasi yang selalu dilontar kan dari berbagai pihak maupun perorangan guna terkontrolnya dalam kegiatan dan mencegah hal-hal yang sudah terjadi terulang lagi, dengan tujuan supaya lebih maju dalam menjalankan sebuah Organisasi, hal-inilah yang saya dapatkan selama di dalam berorganisasi yang menjadi sebuah pelajara yang tidak saya dapatkan dibangku kuliah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar