1. Tali
Untuk panjat tebing
diperlukan tali yang kuat, kokok, ringan, punya daya lentur yang tinggi, cepat
kering bila basah dan mudah dibawa. Dalam hal ini tali kernmantel dynamic lebih
digunakan karena memenuhi ketentuan tersebut.
Perhitungan kekuatan tali
kernmantel.
UIAA
(Union Internationale Des Associations d’Alpinisme)
2.
Helm
Berpungsi
untuk melindungi kepala dari benda yang jatuh dari atas terutama batu dan
benturan kepala dengan tebing ketika jatuh.
3.
Harnest
Ada 2 jenis harnest :
a.
Seat
Harnest, menahan beban badan pemanjat yang jatuh agar tidak mematahkan
pinggulnya.
b.
Full
Body Harnest, menahan beban badan pemanjat pada bagian pinggul, paha, dada dan
punggung pemanjat.
4.
Sepatu
panjat.
Ada 2 jenis sepatu panjat :
a.
Sepatu
yang lentur dan fleksibel, dalam hal ini menggunakan sol yang halus.
b.
Sepatu
yang solnya kaku.
Perbedaan dari ke dua sol tersebut
adalah :
a.
Sol
halus
-
Setiap
pijakan dapat dirasakan oleh pemanjat karena solnya tipis.
-
Untuk
medan kering
-
Menguntungkan
pada rekahan kecil, permukaan tebing yang miring (overhang), pijakan membulat
(slab).
-
Ringan.
b.
Sol
kaku
-
Lebih
aman untuk jamming pada rekahan lebar dan tajam
-
Tidak
mudah lelah dan menguntungkan untuk berdiri pada pijakan kecil dan tajam
-
Untuk
medan basah dan kering
-
Berat
5.
Carrabiner
Bentuk carrabiner atau snap-link cukup
beragam, mempunyai poros panjang (utama), poros pendek dan gate (pintu).
Kekuatan carrabiner bervariasi tergantung pada : bahan, bentuk, penampang
lintang dan pintunya. Kelemahan carrabiner terletak pada pintunya terutama pin
engsel dan ping pengunci.
Ada 2 jenis carrabiner yaitu :
a.
Carrabiner
Screw Gate (menggunakan kunci pengaman
).
b.
Carrabiner
Non Screw ( tanpa kinci pengaman ).
Beban
maksimal yang dapat diterima sebuah
carrabiner biasanya terletak pada badan carrabiner.
Ketentuan
kekuatan carrabiner yang baik dan aman
![]() |
↕
|
↔
|
|
|
Breaking
Load
|
2200
Kg
|
600
Kg
|
1200
Kg
|
|
Safe
Work Load
|
440
Kg
|
120
Kg
|
240
Kg
|
6.
Webbing
Webbing adalah pita yang terbuat dari
bahan nilon yang mempunyai kekuatan sama dengan tali, kendati tidak mempunyai
daya lentur tetapi kegunaan webbing banyak sekali.
7.
Sling
Ada 3 jenis tipe sling :
a.
Sling
Webing
b.
Sling
Prusik
c.
Here
Loop
8.
Phihon
Phithon atau paku tebing merupakan
pasak yang ditanam pada celah batuan. Secara umum pithon terbagi dua tipe yaitu
pithon bilah (blade) dan pithon siku (angle). Dari kedua tipe ini dikembangkan
bermacam-macam pithon sesuai dengan jenis celah yang ada.
9.
Chock
dan Friend
Chock atau pengaman sisip merupakan
alat yang dimasukan dengan jari tangan kedalam celah sehingga terjepit dan
dapat menahan beban dari arah tertentu.
Priend atau pengaman sisip, fungsinya
sama dengan chock namun frien memiliki kelebihan yaitu kemampuan menyesuaikan
ukuran bentuknya dengan berbagai ukuran celah tebing. Kelemehan dari friend
adalah sulit melepaskanya kembali (cleaning) setelah alat ini terkenak beban.
10. Hammer
Palu untuk pemanjat tebing sedikit
berbeda dengan palu biasa. Pada pemanjatan artifisial, karena palu harus cukup
berat agar dalam penancapan pithon bias dilakukan dengan mudah.
Bagian ekor kepala palu yang meruncing
berguna untuk mencungkil pithon keluar dari celah tebing dan dapat pula untuk
memukul pinggiran batu (flake) yang tajam, sehingga aman untuk anchor.
11. Stirrup
Stirrup atau ladder (tangga gantung)
adalah alat untuk pemanjatan artifisial. Ada dua macam tangga gantung yang
biasa di pakai dalam pemanjatan yakni dari webbing dan baja.
12. Skyhook
Skyhook bisa digunakan dalam perintisan
jalur baru. Fungsi alat ini sebagai tangan ketiga dari seorang pemanjat
(leader) dalam pemasangan anchor.
13. Handrill
Handrill atau bor tebing.
14. Bolt
Bolt atau baut tebing merupakan
pengaman tetap yang terpasang di tebing. Merek bolt yang sudah terkenal
pemanjat, Petzel dan Phillips.
15. Hanger
Hanger adalah anchor dari bahan
aluminium alloy yang merupakan pasangan bolt.
16. Ascender dan descender
Ascender merupakan alat mekanik yang
bergerigi (cam) yang berfungsi sebagai penjepit tali sehingga beban tidak dapat
melorot atau turun kembali. Prinsip alat ini dapat bergeser naik, terkunci dan
tidak bisa digeser turun tanpa membuka kuncinya. Ascender sering disebut jumar
(salah satu merek terkenal), merek lain : Petzl, Clog dan Camp.
Descender merupakan sebuah alat untuk
turun dengan tali yang menggunakan system
gesekan (friksi) sebagai pengontrol dan pembantu dalam pengereman. Dari sekian
banyak tipe yang ada, Fifur of eight dan Gri-gri cukup baik dipakai karena
mempunyai fungsi ganda sebagai alat belaying.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar